Selasa, 16 April 2013

Tips



Tips Penyampaian Materi di Kelas
BAGI CALON GURU

1.    BUATLAH SUASANA YANG MENARIK DAN TIDAK MEMBOSANKAN, calon guru harus banyak latihan dalam berbicara, bersikap melalui metode ajar yang tepat sehingga  dapat diterima dengan baik oleh siswa. Menjadi guru yang garang dan terlalu disiplin terkadang akan membuat siswa bertingkah dikelas, untuk itu buatlah siswa takut karena hormat kepada anda dan bukan takut karena hukuman anda

2.  BUATLAH KUIS DI AWAL & AKHIR PENYAMPAIAN MATERI, untuk mengukur materi yang telah disampaikan, apakah dapat diterima/tidak oleh siswa

3.    SAMPAIKAN MATERI DALAM BENTUK POINT-POINT PENTING, jangan bertele-tele atau terlalu banyak bercerita yang bukan dalam ruang lingkup materi anda.

4.  CIPTAKAN SUASANA INTERAKTIF,  melalui tanya jawab, pancinglah siswa agar bertanya dan selingi dengan senda gurau disela-sela penyampaian materi agar tidak terlalu tegang.

5.   Lakukan evaluasi terhadap cara mengajar anda

Selasa, 12 Maret 2013

Kerangka Pikir


KERANGKA BERPIKIR
By Bustamin

Menurut Uma Sekaran dalam Sugiyono (2011 : 60) mengemukakan bahwa ‘Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting jadi dengan demikian maka kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan dari penelitian yang akan dilakukan

Sabtu, 09 Maret 2013

Teknik Pengumpulan Data


TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Oleh : Bustamin

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting untuk keberhasilan penelitian yang dilakukan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan. Teknik Pengumpulan Data merupakan cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data

Kamis, 07 Maret 2013

Model Pembelajaran Kooperatif


Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Bercerita Berpasangan
Oleh Bustamin

Teknik mengajar Bercerita Berpasangan (Paired Storylelling) dikembangkan sebagai pendekatan interaktif antara siswa, pengajar, dan bahan pelajaran (Lie, 1994). Selain itu teknik bercerita berpasangan merupakan pengembangan dari metode struktural. Jadi teknik bercerita berpasangan dalam pendekatan kooperatif masuk dalam metode struktural (Sugiyanto (2008: 47-51). Teknik ini bisa digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun bercerita. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Bahan pelajaran yang paling cocok digunakan dalam teknik ini adalah bahan yang bersifat naratif dan deskriptif. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan dipakainya bahan-bahan yang lainnya.

Selasa, 05 Maret 2013

tentang ILMU PENGETAHUAN


TENTANG ILMU PENGETAHUAN
Oleh Bustamin S

1.   Apakah Ilmu Pengetahuan Itu ?
Ilmu Pengatahuan merupakan pengetahuan yang bertujuan mencapai kebenaran ilmiah tentang objek tertentu yang diperoleh melalui pendekatan atau cara pendang (approach), metode (method) dan sistem tertentu.
Ilmu Pengetahuan diciptakan manusia karena didorong rasa ingin tahu manusia yang tidak berkesudahan tentang objek, pikiran, atau akal budi yang menyangsikan kesaksian indra.

Sosiologi Pendidikan



SEJARAH DAN RUANG LINGKUP
SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Oleh : Bustamin S


A.   Pengertian Sosiologi Pendidikan
Kata Sosiologi berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan kata Yunani logos yang berarti cerita, di ungkapkan pertama kali dalam dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Sedangkan untuk mengetahui pengertian sosiologi pendidikan, berikut ini secara berturut-turut akan diuraikan sebagai berikut : 

Jumat, 01 Maret 2013

malaqbi


Anda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
M A L A Q B I'
Pemaknaan dan Pewarisan Nilai-Nilai  Budaya Mandar
 dalam kehidupan Masyarakat Sulawesi Barat


A.  Sejarah Mandar
Mandar adalah nama suatu suku (etnis) yang terdapat di sulawesi barat  dan nama budaya  dalam Lembaga Kebudayaan Nasional dan Lembaga Pengkajian Budaya Nasional. Diistilahkan sebagai etnis karena Mandar merupakan salah satu kelompok etnis dari empat suku yang mendiami kawasan provinsi Sulawesi Barat yakni etnis Makassar (makasara’), etnis Bugis (ogi’), etnis Toraja (toraya). Pengelompokkan ini dimaksudkan dalam suatu kelompok pengkajian yang disebut “lagaligologi”.
Persepsi tentang Mandar adalah nama suatu kerajaan, merupakan persepsi yang keliru karena sepanjang sejarah tidak pernah ada kerajaan Mandar yang rajanya disebut Raja Mandar dengan wilayah kekuasaan seluruh wilayah Mandar. Yang ada adalah raja-raja di Mandar yang berdaulat dan berkuasa penuh di wilayah kerajaannya masing-masing

Minggu, 24 Februari 2013

Perbandingan Sistem Pendidikan


Perbandingan Sistem  Pendidikan
 Indonesia - Finlandia
Oleh : Bustamin S

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Secara psikologis, bahwa dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan prikehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan prikehidupan yang berlaku diluar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui perikehidupan masyarakatlainnya itu akan mengakibatkan terjadinya salain pengertian dan terjalinya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan. Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan mempuyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan  pemahaman terhadap berbagai macam sistem pendidikan yang ada diberbagai negara dan kawasan dunia umumnya khususnya sistem pendidikan Indonesia dan negara-negara maju  dengan berbagai latar belakang sejarahnya secara komparatif yang pada akhirnya akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber-sumber kekuatan dan kelemahan dari sistem pendidikan baik di Indonesia maupun dinegara-negara yang menjadi objek studi.